Kirim MMS Mesum Sembarangan, Dicokok Polisi
27 Juli, 2007 at 4:58 pm | In Berita IT harian | Leave a CommentJumat , 27/07/2007 16:04 WIB
Kirim MMS Mesum Sembarangan, Dicokok Polisi
Jakarta, Jangan sembarangan mengirim multimedia message (MMS) kepada siapapun. Apalagi kalau isinya gambar porno. Bisa-bisa berurusan sama Pak Polisi.
Ini kisah bukan mengada-ngada. Dua homoseksual, Brendan Russell Sinclair dan Keith Shepheard, berniat mencari laki-laki lagi untuk diajak threesome. Setelah mencari-cari, mereka mengincar seorang pemuda untuk menjadi sasarannya.
Caranya tidak dengan mengajak langsung. Melainkan dengan memanfaatkan ponsel. Setiap saat, keduanya mengirim SMS ajakan berkencan kepada si pemuda yang tak disebutkan namanya itu. Bukan hanya itu, mereka juga rutin mengirim MMS berisikan gambar porno yang merangsang.
Perbuatan tidak senonoh itu terus mereka lakukan sepanjang 1 April hingga 23 Juli 2007. Tercatat 57 SMS dan 37 MMS porno telah mereka kirimkan ke pemuda tersebut.
Kesal dengan perbuatan pasangan homo tersebut, pemuda itu melaporkan ke polisi setempat. Sinclair dan Shepheard kemudian dicokok di kediamannya, beserta ponsel mereka.
“Pesannya banyak berisi ajakan seks dalam pesan-pesan yang mereka kirimkan,” kata Jaksa Joe Jellaway di muka persidangan Pengadilan Canberra, seperti diberitakan The Australian, Jumat (27/7/2007).
Keduanya sempat mengajukan penangguhan penahanan sementara. Namun Hakim John Burns menolaknya. Bahkan hakim meminta polisi terus melanjutkan penyelidikan, jika ada kemungkinan ada korban selain pemuda tersebut.
Software Forensik Pun Bisa Di-hacked
27 Juli, 2007 at 4:52 pm | In Berita IT harian | Leave a CommentJumat , 27/07/2007 15:07 WIB
Software Forensik Pun Bisa Di-hacked
Jakarta, Software yang digunakan oleh pihak kepolisian ataupun tim sekuriti perusahaan untuk menginvestigasi sesuatu hal yang tidak beres di sebuah komputer ternyata tidak selalu aman.
Menurut peneliti keamanan dari Isec Partners Inc., yang dikutip detikINET dari PC World, Jumat (27/7/2007), software-software tersebut juga bisa di-hacked.
Dugaan perusahaan sekuriti asal San Fransisco ini bukan tanpa alasan. Sebab, selama enam bulan terakhir mereka telah melakukan penyelidikan terhadap dua program yang biasa digunakan untuk melakukan investigasi, yakni Guidance Software Inc.’s EnCase dan The Sleuth Kit yang merupakan software Open Source.
Hasilnya, menurut peneliti sekaligus pendiri Isec Partners Alex Stamos, ditemukan beberapa celah yang dapat dimanfaatkan malah untuk membuat crash program.
Sebelumnya, beberapa peneliti sebenarnya juga telah mencoba untuk ‘menjajal’ software forensik, namun mereka terkesan hanya fokus pada bagaimana teknik para penjahat menutupi jejak mereka sehingga dapat menghalangi bekerjanya software forensik tersebut.
Namun, kali ini tim Isec Partners menggunakan pendekatakan berbeda, yaitu mencari tahu bagaimana meng-hacking program tersebut sehingga dapat berbalik malah untuk mencari celah.
“Kami melihat bagian kecil dari fungsionaliti (software) EnCase yang mempunyai banyak celah sehingga mustahil untuk digunakan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan mereka,” ujar Stamos.
Stamos dan timnya kini masih menyembunyikan temuan teknisnya secara detail, dan menurut rencana mereka akan mengungkapkan beberapa informasi terkait hal ini di konferensi Black Hat yang akan digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, minggu depan.
Registrasi Prabayar Kok Pakai Nomor KTP ‘1234567890′
27 Juli, 2007 at 4:48 pm | In Berita IT harian | Leave a CommentJumat , 27/07/2007 13:50 WIB
Registrasi Prabayar Kok Pakai Nomor KTP ‘1234567890′
Donny B.U. – detikInet
![]() |
Jakarta, Baru sekitar 3,28% nomor prabayar teregistrasi yang telah berhasil di-verifikasi dan validasi oleh para operator telepon selular. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengurangi kepercayaan publik terhadap tujuan utama registrasi prabayar.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ditjen Postel, melalui Kabag Humas-nya, Gatot S Dewa Broto, dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Jumat (27/7/2007). Menurutnya, cepat atau lambatnya proses verifikasi dan validasi dari tiap operator telekomunikasi akan berpengaruh terhadap citra keseriusan masing-masing penyelenggara.
Bahkan, “semakin lambat verifikasi dan validasi yang diiring dengan semakin maraknya tindak kriminal yang terjadi pada suatu layanan tertentu, maka semakin negatif dampaknya terhadap penyelenggara telekomunikasi yang bersangkutan,” tegasnya.
Disampaikan pula olehnya bahwa Ditjen Postel tidak puas terhadap perkembangan verifikasi dan validasi registrasi prabayar secara keseluruhan. Meskipun ada operator yang cukup rajin mematikan nomor dengan keabsahan identitas meragukan, namun ada juga yang hanya tetap mengandalkan outbond call secara acak.
“Dengan metode (outbond call) tersebut, sudah barang tentu tingkat kemajuan (verifikasi dan validasi) menjadi sangat lambat,” tambah Gatot.
Menurut data Ditjen Postel per 25 Juli 2007, dari 10 operator selular di Indonesia, didapat total jumlah nomor prabayar aktif sebanyak 80.070.663. Dari angka tersebut, yang sudah teregistrasi data kepemilikannya sebanyak 78.009.577 (97,43%) dan yang telah tervalidasi kebenaran data kepemilikan tersebut baru sejumlah 2.625.649 (3,28%).
Mengeluh
Berdasarkan hasil pantauan dan pengecekan Ditjen Postel pada tanggal 24 April s/d 10 Juli 2007 khusus di wilayah Jakarta saja, ditemukan cukup banyak para pemilik kartu prabayar yang memberikan identitas palsu dan data yang asal-asalan, yaitu semisal nomor KTP yang di isi adalah ‘1234567890′. “Dalam kenyataannya, sebagian besar penyelenggara telekomunikasi prabayar dapat menerima identitas palsu dan asal-asalan tersebut,” ujar Gatot.
Dipaparkan pula olehnya, hampir sebagian besar penyelenggara mengkaitkan kelambanan verifikasi dan validasi dengan tidak ada atau belum jelasnya realisasi Single Identity Number (SIN). Keluhan tersebut disampaikan dalam rapat yang dihadiri oleh hampir seluruh penyelenggara telekomunikasi prabayar dan dipimpin langsung oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar pada Rabu (25/7/2007).
“Namun demikian, kami menganggap belum adanya SIN tidak boleh dijadikan alasan sulitnya verifikasi dan validasi, karena kesemuanya itu sangat tergantung dari keseriusan dan kerja keras para penyelenggara telekomunikasi dalam memprioritaskan validasi,” tegas Gatot.
Microsoft Ajukan Lisensi Open Source
27 Juli, 2007 at 4:47 pm | In Berita IT harian | Leave a CommentJumat , 27/07/2007 13:42 WIB
Microsoft Ajukan Lisensi Open Source
![]() |
Jakarta, Microsoft akan mengajukan salah satu skema lisensinya ke organisasi Open Source Initiative (OSI). Jika disetujui, Microsoft akan memiliki lisensi Open Source yang resmi diakui komunitas Open Source.
Skema lisensi Shared Source selama ini dikedepankan Microsoft untuk beberapa piranti lunak besutannya yang membuka kesempatan untuk dikembangkan bersama-sama komunitas. Kini, lisensi tersebut akan diajukan ke OSI untuk diresmikan sebagai salah satu lisensi Open Source.
Hal itu terungkap dari Microsoft General Manager of Platform Strategy Bill Hilf dalam Open Source Convention (Oscon) seperti dikutip detikINET dari pernyataan Tim O’Reilly di Oreilly.com, Jumat (27/7/2007). Tim merupakan pendiri Oreilly Media dan juga sosok yang cukup disegani di kalangan Open Source.
Menurut Bill Hilf, Microsoft saat ini memiliki sekitar 650 proyek piranti lunak di bawah skema Shared Source. Bila pengajuan Microsoft disetujui, maka semua proyek itu bisa dikategorikan sebagai proyek resmi Open Source.
Tim menyebut langkah ini sebagai gebrakan besar dari Microsoft. Bahkan, menurut Tim, ini akan mengaburkan jurang pemisah antara Microsoft dan komunitas Open Source.
Pada saat yang sama Microsoft juga mengumumkan portal khusus Open Source di situsnya. Portal tersebut beralamat di microsoft.com/opensource. Langkah ini merupakan kelanjutan inisiatif Port 25 alias laboratorium Open Source Microsoft.
Komputer Pesawat Ulang-alik Endeavour Disabotase
27 Juli, 2007 at 4:38 pm | In Berita IT harian | Leave a CommentJumat , 27/07/2007 13:26 WIB
Komputer Pesawat Ulang-alik Endeavour Disabotase
Arry Anggadha – detikInet
Washington, Jaringan komputer yang dipasang pada pesawat ulang alik Endeavour disinyalir disabotase. Padahal pesawat milik Amerika Serikat (AS) ini akan menjalankan misinya pada Agustus mendatang.
“Salah satu subkontraktor kami menyatakan bahwa kotak jaringan ulang alik memperlihatkan telah terjadi kerusakan pada sistem piranti kerasnya,” kata jurubicara NASA Katherine Trinidad seperti dilansir dari AFP, Jumat (27/7/2007).
Rencananya, Endeavour akan diluncurkan pada 7 Agustus mendatang di Cape Canaveral, Florida untuk misi stasiun luar angkasa.
Trinidad menjelaskan, tanda-tanda sabotase ini ditemukan awak pesawat sejak beberapa hari lalu. “Saat ini sedang diinvestigasi,” jelasnya.
Keamanan merupakan hal yang saat ini sedang diperhatikan pihak otoritas. Hal tersebut diakibatkan karena pada Februari 2003, pesawat Columbia meledak saat diluncurkan. Seluruh astronotnya tewas.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

