Mayoritas Anak Tak Tahu Bahaya Internet
21 Agustus, 2007 at 5:26 pm | In Berita IT harian | Leave a Comment
Jakarta, Bagi anak-anak, menyebarkan informasi pribadi di internet tentu dapat menimbulkan resiko. Dari eksploitasi hingga jeratan paedofil nakal.
Menurut survei yang digagas oleh Microsoft Canada dan Ipsos Reid, 70 % dari anak berumur 10 sampai 14 tahun percaya bahwa mengirim informasi kepada teman melalui internet aman. Bahkan 37% anak perempuan dan 22% anak laki-laki pada kelompok ini sudah menyiapkan email foto mereka untuk berkenalan dengan seseorang di internet.
Survei yang melibatkan 1000 anak-anak berusia 10 sampai 14 tahun dan 600 orang tua ini membeberkan fakta yang mengkhawatirkan.
Survei tersebut menyebutkan, 85% dari anak-anak juga memilih untuk mengakses internet di luar rumah. Hal tersebut dipicu oleh banyaknya larangan oleh para orang tua.
Bahkan, untuk mendapatkan ketenangan, 17% anak-anak menyatakan diam-diam menggunakan internet saat
Paramount Pilih HD-DVD dari Blu ray
21 Agustus, 2007 at 5:23 pm | In Berita IT harian | Leave a CommentSelasa, 21/08/2007 16:47 WIB
Paramount Pilih HD-DVD dari Blu ray

Lambang Paramount Pictures (dok. AFP)
Tokyo – Raksasa elektronik Toshiba dan para mitranya yang memproduksi HD DVD mendapatkan keuntungan dalam perang format DVD masa depan dengan Blu ray besutan Sony. Hal ini terjadi setelah perusahaan film terkemuka Hollywood, Paramount Pictures dan DreamWorks Animation memutuskan untuk mendukung format HD DVD secara eksklusif.
Film-film yang didistribusikan Paramount Pictures, DreamWorks Animation and Pictures, Paramount vantage, Nickleodeon Movies dan MTV Films pun akan dirilis secara eksklusif dalam format HD DVD. Termasuk juga ‘Shrek The Third’ yang mencatat box office di bioskop.
Keputusan Paramount ini pun menjadi kerugian bagi Sony Corp dan mitranya yang membesut format Blu ray.
Disebutkan, keputusan Paramount ini dilatarbelakangi keuntungan penggunaan HD DVD seperti teknologi yang sudah siap untuk dipasarkan dan biaya produksi yang relatif rendah.
“Saya percaya bahwa HD DVD tidak hanya pilihan berkualitas tinggi bagi konsumen, namun juga pilihan yang baik bagi Paramount,” kata Brad Grey, chairman Paramount Pictures seperti dikutip detikINET dari AFP, Selasa (21/8/2007).
Toshiba pun memuji keputusan Paramount tersebut. “Keputusan ini mencerminkan pemahaman Paramount akan nilai dan potensi masa depan HD DVD untuk hiburan rumah tangga,” demikian sebut wakil presiden senior Toshiba, Yoshihide Fujii.
Saat ini, studio-studio film Hollywood terpecah dalam dukungannya untuk Toshiba dengan HD DVD atau Sony dengan Blu ray-nya. Meski gagal mendapatkan dukungan Paramount, Blu ray telah mendapatkan dukungan dari pemimpin pasar usaha peminjaman film Blockbuster dan retail Target.
Teknologi Bedah Tulang Adopsi Kemampuan GPS
21 Agustus, 2007 at 5:20 pm | In Berita IT harian | Leave a CommentSelasa, 21/08/2007 15:09 WIB
Teknologi Bedah Tulang Adopsi Kemampuan GPS

Perangkat Computer Assisted Surgery (ash/Inet)
Jakarta – Pemanfaatan teknologi komputer sudah merambah ke bidang kesehatan, salah satunya untuk pembedahan tulang. Dalam perkembangan pemanfaatan teknologi terbaru, dokter yang melakukan operasi kini dipermudah dengan suatu sistem yang berfungsi sebagai pemberi arah layaknya GPS (Global Positioning System).
Teknologi ini disebut Computer Assisted Surgery (CAS). Yang merupakan suatu prosedur penggunaan sistem komputer dalam operasi guna memberikan navigasi terhadap ahli bedah.
Penggunaan CAS saat ini masih lebih ditujukan untuk bedah tulang (Orthopaedic), sehingga dalam operasi alat ini membantu ahli bedah dengan penciptaan dan tampilan gambar (navigasi) yang menunjukkan komponen-komponen antara tulang dan ligamen dari persendian yang akan atau sedang diganti.
Dr. Nicolaas C. Budhiparama, Jr.F.I.C.S, seorang ahli bedah mengatakan, hasil operasi tulang yang dilakukan dengan bantuan CAS mempunyai tingkat keakuratan dan presisi yang lebih baik dibanding cara operasi secara konvensional.
“Operasi Total Knee Replacement (penggantian lutut secara menyeluruh-red) merupakan salah satu operasi tersulit, sehingga membutuhkan kemampuan komputer sebagai pemandu untuk hasil yang lebih baik,” ujar Dr. Nico, saat acara media workshop CAS di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Selasa (21/8/2007).
Sehingga dengan alat ini, para ahli bedah dapat dengan segera mengambil keputusan untuk melakukan tindakan berdasarkan yang ditunjukkan oleh sistem ini dari sisi arah, posisi anatomi, deviasi yang ada dan kedudukan implan terhadap tulang. Hal ini serupa dengan sistem pencari arah (GPS) yang terdapat pada kapal atau mobil yang dapat memberikan data sehingga pengemudi dapat menentukan arahnya.
Dr Nico mengatakan, keberadaan CAS sendiri hanya ada di beberapa negara di dunia, salah satunya adalah di Singapura. Sedangkan untuk Indonesia, lanjutnya, secara resmi baru saja diperkenalkan hari ini (21/8/2007) namun sebenarnya metode tersebut sudah beberapa kali diterapkan ke pasien hanya saja belum dipublikasikan.
“Penerapan CAS itu tidak gampang, perlu pelatihan khusus dan si dokter pun harus interest dengan teknologi. Tapi manfaatnya, menguntungkan bagi pasien dan si dokter sendiri,” imbuhnya.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.