cerita.serem.#2

20 Juli, 2007 pukul 7:21 am | Ditulis dalam Cerita Hantu | Tinggalkan komentar

di watugajah dukuh atas, ada pertigaan yang pemandangannya amat sangat keren sekali. apalagi kalo malam.. huhuw, elo bakal merasa dikelilingi bintang.
gimana nggak? listrik di sana masih minim, jadi otomatis penerangan juga seadanya. otomatis, bintang2 bisa keliatan jelas dari pertigaan tersebut.

nah, di daerah sekitar watugajah, ada beberapa unit kkn yang laen. dan secara rutin kita rapat konsolidasi sekaligus saling mengunjungi. dari unit gw, unit 41, sampe unit 45. semuanya kompak. bahkan kita pernah “cabut” bareng! jadi 5 unit ini sama2 pergi piknik ke pantai baron cuma buat buka puasa bareng di sana. gokil. untung ga ada sidak.

nah, pada suatu malam, setelah rapat konsolidasi. beberapa dari unit kami ingin pelesir lagi, berhubung yang kita cari tempatnya ga terlalu jauh, maka sandy, temen satu unit gw mengusulkan pertigaan tadi sebagai tempat kumpul. singkat cerita, kita semua setuju. kita bakal kumpul di sana selepas jam 9 malam. gw lupa unit mana yang setuju buat berangkat waktu itu. kl ga salah sih unit 43. sementara dari unit gw cuma gw dan sandy, sementara unit yang lain lebih milih buat istirahat aja di posko mereka masing2.

gw dan sandy, sampai di lokasi lebih cepat. mungkin karena gw tiap hari harus sport jantung lewat jalan terjal itu, jadi lama2 gw udah biasa dan bisa ngebut… hahahaha.

sesampainya di sana, kita ini kok sepertinya emang cari perkara.

kenapa? karena selain lokasinya yang agak susah dijangkau, minim penerangan dan sepi. sambil nunggu temen2 dari unit 43 datang, gw dan sandy malah cerita yang serem-serem. mulai dari keanehan2 mei, sampe ke banaspati (mitos bola api yang melayang)…

cerita berhenti saat kita liat tiga cahaya merangkak pelan ke atas, melingkari jalan di bawah. keliatan seperti lampu motor. pasti temen2 dari unit 43. berarti sebentar lagi mereka nyampe.

tapi.

kita tungguin. kok lama? kok ga nyampe2?

apa mereka salah tempat? kalo motor mereka udah keliatan, harusnya ga selama ini. apa mereka brenti di jembatan ya? di situ enak juga buat nongkrong. akhirnya gw dan sandy memutuskan buat nyusul dan turun ke bawah.

sampai di jembatan, ga ada siapapun di sana.

lho. kemana mereka ini? kalo mereka nyampe trus langsung pulang, itu ga mungkin. karena pasti keliatan dari atas. apa mereka mampir ke suatu tempat laen? ga mungkin juga, karena di sepanjang jalan cuma ada satu rumah. dan rumah itu dari tadi juga kosong.

akhirnya karena cape dan rada kesel, gw dan sandy memutuskan untuk pulang.

keesokan harinya, ketua unit 43 datang ke pondokan kita, dan minta maaf karena semalam unit mereka ga jadi ikutan nongkrong gara2 ada anggotanya yang mendadak sakit.

“lho. jadi kalian ga berangkat?”

sang ketua geleng kepala bingung.

lah.. terus? yang semalam itu siapa dong?

gw dan sandy saling nengok, liat2an, dan pasang muka horor. huhuw.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: