Registrasi Prabayar Kok Pakai Nomor KTP ‘1234567890’

27 Juli, 2007 pukul 4:48 pm | Ditulis dalam Berita IT harian | Tinggalkan komentar

Jumat , 27/07/2007 13:50 WIB

Registrasi Prabayar Kok Pakai Nomor KTP ‘1234567890’

Donny B.U. – detikInet

Jakarta, Baru sekitar 3,28% nomor prabayar teregistrasi yang telah berhasil di-verifikasi dan validasi oleh para operator telepon selular. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengurangi kepercayaan publik terhadap tujuan utama registrasi prabayar.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ditjen Postel, melalui Kabag Humas-nya, Gatot S Dewa Broto, dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Jumat (27/7/2007). Menurutnya, cepat atau lambatnya proses verifikasi dan validasi dari tiap operator telekomunikasi akan berpengaruh terhadap citra keseriusan masing-masing penyelenggara.

Bahkan, “semakin lambat verifikasi dan validasi yang diiring dengan semakin maraknya tindak kriminal yang terjadi pada suatu layanan tertentu, maka semakin negatif dampaknya terhadap penyelenggara telekomunikasi yang bersangkutan,” tegasnya.

Disampaikan pula olehnya bahwa Ditjen Postel tidak puas terhadap perkembangan verifikasi dan validasi registrasi prabayar secara keseluruhan. Meskipun ada operator yang cukup rajin mematikan nomor dengan keabsahan identitas meragukan, namun ada juga yang hanya tetap mengandalkan outbond call secara acak.

“Dengan metode (outbond call) tersebut, sudah barang tentu tingkat kemajuan (verifikasi dan validasi) menjadi sangat lambat,” tambah Gatot.

Menurut data Ditjen Postel per 25 Juli 2007, dari 10 operator selular di Indonesia, didapat total jumlah nomor prabayar aktif sebanyak 80.070.663. Dari angka tersebut, yang sudah teregistrasi data kepemilikannya sebanyak 78.009.577 (97,43%) dan yang telah tervalidasi kebenaran data kepemilikan tersebut baru sejumlah 2.625.649 (3,28%).

Mengeluh

Berdasarkan hasil pantauan dan pengecekan Ditjen Postel pada tanggal 24 April s/d 10 Juli 2007 khusus di wilayah Jakarta saja, ditemukan cukup banyak para pemilik kartu prabayar yang memberikan identitas palsu dan data yang asal-asalan, yaitu semisal nomor KTP yang di isi adalah ‘1234567890’. “Dalam kenyataannya, sebagian besar penyelenggara telekomunikasi prabayar dapat menerima identitas palsu dan asal-asalan tersebut,” ujar Gatot.

Dipaparkan pula olehnya, hampir sebagian besar penyelenggara mengkaitkan kelambanan verifikasi dan validasi dengan tidak ada atau belum jelasnya realisasi Single Identity Number (SIN). Keluhan tersebut disampaikan dalam rapat yang dihadiri oleh hampir seluruh penyelenggara telekomunikasi prabayar dan dipimpin langsung oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar pada Rabu (25/7/2007).

“Namun demikian, kami menganggap belum adanya SIN tidak boleh dijadikan alasan sulitnya verifikasi dan validasi, karena kesemuanya itu sangat tergantung dari keseriusan dan kerja keras para penyelenggara telekomunikasi dalam memprioritaskan validasi,” tegas Gatot.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: