Video Online Perkelahian Anak Menuai Protes

30 Juli, 2007 pukul 2:13 pm | Ditulis dalam Berita IT harian | Tinggalkan komentar

Senin , 30/07/2007 12:11 WIB

Video Online Perkelahian Anak Menuai Protes

 

Jakarta, Melalui layanan video sharing, pengguna Internet memang dapat dengan mudah mempublikasikan video mereka. Namun seharusnya, video yang ditampilkan bukanlah yang berisi tindakan kekerasan apalagi yang melakukannya adalah anak-anak.

Jika sudah begini, terpaksa pihak kepolisian harus turun tangan. Karena dianggap sudah mengundang berbagai protes dan kritik, polisi pun mendesak situs yang mempublikasikannya untuk segera mencabut peredaran video tersebut.

Kekhawatiran banyak pihak terhadap adegan tersebut yang dianggap malah akan menjadi acuan bagi pengguna Internet yang masih anak-anak memang beralasan. Pasalnya, salah satu video menyajikan adegan kekerasan dua anak baru gede (ABG) berumur 11 dan 12 tahun yang saling baku hantam dengan kelompok lainnya.

Parahnya lagi, BBC yang dikutip detikINET, Senin (30/7/2007) melansir, ada adegan yang menampilkan para ABG tersebut dengan entengnya mengacung-acungkan senjata ke arah mobil polisi. Sehingga, dapat menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak yang melihatnya.

Deputi Kepala Polisi Brian Moore dari Association of Chief Police Officers mengatakan, hal seperti ini seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan Internet untuk menjaga situs mereka dari konten kekerasan dan kejahatan.

“Mereka (situs tersebut-red) harus bertanggung jawab terhadap produk mereka, karena mereka menghasilkan keuntungan dari itu,” ujarnya.

Sementara itu, YouTube yang merupakan layanan video sharing yang kini tengah populer diduga menjadi salah satu situs yang memuat video seperti ini.

Melalui juru bicaranya mereka mengatakan, video yang ada di situs mereka hanya dapat dicabut jika telah terjadi pelanggaran dari aturan yang telah ditetapkan atau ditarik oleh user sendiri.

“Di YouTube, aturan inilah yang menghalangi masuknya konten pornografi dan kekerasan. Kami tidak ingin konten seperti ini masuk di situs dan komunitas kami,” kilahnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: