Jutaan Baterai Nokia Ditarik

15 Agustus, 2007 pukul 10:47 am | Ditulis dalam Berita IT harian | Tinggalkan komentar

Rabu , 15/08/2007 09:19 WIB

Jutaan Baterai Nokia Ditarik

 

London, Raksasa ponsel asal Finlandia, Nokia Corp mengatakan bahwa mereka akan mengganti sejumlah baterai ponsel konsumen mereka. Hal ini dilakukan setelah mereka menerima laporan sekitar seratus insiden overheat atau panas berlebihan dari sekitar 46 juta baterai ponsel sejenis.

Nokia mengklaim tidak ada kasus cedera serius atau kerusakan barang-barang yang diakibatkan insiden baterai yang rusak itu. Nokia mengungkapkan bahwa baterai yang diproduksi oleh perusahaan Jepang, Matsushita Electric Industrial Co tersebut selain mengalami overheat, juga menyebabkan masalah hubungan pendek dalam ponsel tertentu.

Matsushita yang memproduksi ratusan barang elektronik di bawah merek Panasonic telah membuat sebanyak 46 juta baterai jenis BL-5C ini untuk Nokia selama kurun waktu Desember 2005 sampai November 2006. Masalah hanya terjadi pada baterai produksi Matsushita dalam kurun waktu itu.

Chief Financial Officer Nokia, Rick Simonson mengatakan pada Dow Jones Newswires bahwa akan ada kompensasi penggantian baterai ini. Namun dia mengungkapkan bahwa masih terlalu dini untuk mencari bentuk kompensasi itu.

Simonson menambahkan bahwa dia berharap sebagian kompensasi ini juga ditanggung oleh pihak Matshushita. “Mereka bertanggungjawab akan kualitasnya. Akan ada kompensasi dalam masalah ini dan sebagian kompensasi itu seharusnya ditanggung juga oleh mereka,” sebutnya seperti dikutip detikINET dari CNN, Rabu (15/8/2007).

“Hanya terdapat seratus insiden di antara 46 juta baterai yang diproduksi dan tidak ada kerugian apapun. Statistik ini tidaklah signifikan,” klaim Simonson sambil menambahkan bahwa langkah yang ditempuh Nokia dalam mengganti baterai hanyalah tindak pencegahan.

Sebelumnya, Sony juga pernah melakukan penarikan besar-besaran pada baterai laptop karena bahaya kebakaran. Demikian juga Toshiba yang baru-baru ini juga menarik baterai Sony dalam laptop mereka untuk masalah serupa.

“Orang-orang mungkin bertanya apakah peristiwa ini sama dengan kasus baterai pada laptop tersebut. Jawabannya adalah tidak. baterai laptop jauh lebih besar dalam hal energi yang disimpannya,” kilah Simonson lagi.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: