Baterai ‘Kertas’ Siap Hidupi Gadget Masa Depan

16 Agustus, 2007 pukul 1:02 pm | Ditulis dalam Berita IT harian | Tinggalkan komentar

Kamis, 16/08/2007 09:11 WIB

Baterai ‘Kertas’ Siap Hidupi Gadget Masa Depan


Baterai \’Kertas\’ (BBC)
Jakarta – Baterai ‘kertas’ fleksibel bisa memenuhi kebutuhan sumber daya energi gadget masa depan. Demikian klaim para peneliti dari Rensselaer Polytehnic Institute. Mereka membuat contoh baterai yang hanya sedikit lebih besar daripada kertas perangko. Baterai ini bisa mengeluarkan daya sebesar 2,3 volt, cukup untuk menghidupkan cahaya kecil.

Ambisi mereka lainnya adalah untuk memproduksi baterai kertas yang suatu hari nanti bisa menjadi sumber daya mobil.

Profesor Robert Linhardt, salah satu peneliti menuturkan bahwa baterai kertas ini bisa jadi merupakan masa depan penyimpanan daya. Berbeda dengan baterai konvensional yang mengandung berbagai komponen, baterai kertas ini mengintegrasikan seluruh komponen baterai dalam struktur tunggal.

Baterai tersebut mengandung carbon nanotube sebagai elektroda dan dalam keadaan terpotong atau terlipat, baterai ini masih bisa berfungsi. Karena hanya mengandung kertas dan karbon sebagai unsur utama, pengaruhnya terhadap tubuh juga diklaim tidak berbahaya seperti baterai biasa yang bisa mengeluarkan racun.

Meskipun daya output yang dikeluarkan untuk sementara ini masih berukuran kecil, Professor Linhardt optimis energi yang dihasilkan oleh produk ini mudah untuk ditingkatkan.

“Jika kita menumpuk 500 baterai kertas bersama-sama, voltasenya juga meningkat 500 kali. Sesederhana itu,” klaim Profesor Lindhart seperti dikutip detikINET dari BBC, Kamis (16/8/2007).

Namun, Profesor Daniel Sperling, seorang pakar sumber energi alternatif dari University of California mengatakan bahwa penemuan ini masih belum meyakinkan. “Saya kira, belum akan ada perubahan drastis akibat penemuan ini. Mereka juga harus memikirkan soal biaya,” tegasnya.

Carbon nanotubes memang sangatlah mahal. Baterai kertas untuk mendayai mobil misalnya, mungkin juga tidak akan terjangkau. Profesor Lindhart sendiri pun mengakui baterai kertas ini juga masih membutuhkan waktu untuk bisa dipasarkan secara massal.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: