‘Uang Belanja’ Pelanggan Seluler Indosat Ditambah

22 Agustus, 2007 pukul 3:46 pm | Ditulis dalam Berita IT harian | Tinggalkan komentar

Rabu, 22/08/2007 14:30 WIB

‘Uang Belanja’ Pelanggan Seluler Indosat Ditambah

<!––>


Johnny Swandi Sjam (dok. Selular Award)
Jakarta – PT Indosat Tbk akan meningkatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2007 menjadi US$ 1,2 miliar dari sebelumnya US$ 1 miliar.

Peningkatan itu dimaksudkan dan meningkatkan kualitas dan kapasitas khususnya pelayanan seluler.

Demikian disampaikan Dirut Indosat Johnny Swandy Sjam dalam konferensi pers tentang kinerja Indosat di Penang Bistro, Jakarta, Rabu (22/8/2007).

“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi mengembangkan jaringan. Untuk merealisasikannya, kami akan meningkatkan rencana investasi menjadi US$ 1,2 miliar dari guidance sebelumnya US$ 1 miliar,” jelas Johnny.

Terkait peningkatan kapasitas itu, Indosat juga merevisi target penambahan jumlah pelanggan dari 5-6 juta menjadi 6-7 juta pelanggan. Peningkatan itu karena sampai semester I-2007, jumlah pelanggan baru telah mencapai 3,3 juta.

“Di semester II, biasanya selalu lebih tinggi dari semester I yang sudah 3,3 juta. Dengan pertumbuhan pasar yang pesat, kami prediksikan tahun 2007 bisa naik 6-7 juta pelanggan,” ungkapnya.

Untuk belanja modal tahun ini, sampai semester I-2007, Indosat sudah membelanjakan sebesar Rp 9 triliun. Belanja paling banyak adalah untuk memperluas cakupan wilayah dengan penambahan BTS.

“Dari total capex, 15-20% untuk peningkatan kapasitas, sisanya untuk coverage,” tambahnya.

Untuk capex, Indosat masih mencari dana sebesar US$ 200-300 juta dari luar negeri. Dari total kebutuhan capex US$ 1,2 miliar, sebesar US$ 500-700 dari eksternal, sisanya dari internal.

“Dari eksternal, kami sudah memperoleh sekitar US$ 380 juta. Masih memerlukan US$ 200-300 juta lagi, kebanyakan akan diperoleh dari pinjaman sindikasi perbankan dan penerbitan obligasi sebesar Rp 1 triliun,” jelas Johnny.

Untuk penerbitan obligasi, Indosat masih menunggu kondisi pasar yang tepat mengingat saat ini yield obligasi negara sedang tinggi.

“Pemulihan yield itu bisa sangat cepat. Kalau pasar sudah kondusif, kita langsung turun ke pasar,” tandasnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: